Apa Itu OKR Dan Bagaimana Implementasinya Dalam Bisnis Anda

Bicara soal sistem manajemen pencapaian gol sebuah perusahaan maupun startup, tentunya tidak asing dengan istilah Key Performance Indicator (KPI), serta ada yang namanya OKR yang populer dipakai oleh perusaaan raksasa hingga saat ini.

nah kali ini saya akan jelaskan Apa Itu OKR Dan Bagaimana Implementasinya Dalam Bisnis Anda dalam membuat goal tiap kuartal yang komplek agar lebih sederhana dan mudah dicapai.

Apa Itu OKR ?

OKR singkatan dari Objective and Key Results.

OKR merupakan salah satu metode pengukuran manajemen kerja yang awalnya dilakukan oleh Andy Grove di perusahaan Intel (produsen prosesor komputer terkenal di dunia) pada tahun 1983 dan di dokumentasikan dalam sebuah buku perjudul “High Output Performance”.

OKR memiliki metode sistematis yang digunakan untuk menentukan tujuan (goal-setting) dan cara mengukur pencapaian tujuan tersebut. OKR akan membantu memfokuskan prioritas kerja yang dibutuhkan untuk mencapai tujuan tersebut, dan bagaimana ritual kegiatan yang dilakukan untuk memonitor eksekusi rencana tindakan tersebut.

OKR terdiri dari tujuan — tujuan yang jelas (objective), dan satu atau lebih hasil utama (key result), serta langkah-langkah spesifik yang digunakan untuk melacak pencapaian tujuan itu (initiative).

Setelah Digunakan Intel, OKR kemudian diadaptasi oleh John Doerr untuk digunakan oleh tim Google, sistem OKR membantu Google menjadi perusahaan yang berkembang pesat dari mulai 40 karyawan hingga lebih dari 60.000 saat ini dan membawa mereka mencapai pertumbuhan 10x dan berlipat-lipat dalam membantu pencapaian misi perusahaan-nya.

Sejak menjadi populer di Google, OKR telah diimplementasi oleh beberapa organisasi start-up teknologi serupa lainnya termasuk LinkedIn, Twitter, Uber, Spotify, dan Airbnb. Sistem OKR ternyata tidak hanya untuk perusahaan digital. Walmart, Target, The Guardian, Dun dan Bradstreet, dan ING Bank juga menggunakan OKR.

Belakangan di Indonesia OKR menjadi model yang menarik perhatian banyak pihak setelah perusahaan teknologi besar Gojek diketahui telah mengadopsi sistem penilaian ini ke dalam organisasi.

Komponen Utama OKR

Sesuai dengan namanya OKR terdiri dari dua komponen utama yaitu Objectives dan Key Results.

Objective adalah deskripsi kualitatif yang menjelaskan tentang apa yang ingin Anda capai. Jadi Objective harus singkat, inspirasional, dan menarik. Objective harus memotivasi dan menantang tim.

Sedangkan Key Results adalah sebuah set alat ukur yang mengukur kemajuan/progress yang sudah dilakukan untuk mencapai Objectives yang telah ditentukan.

Untuk setiap Objective, Anda harus memiliki 3 hingga 5 Key Results. Semua Key Results harus kuantitatif dan terukur.

Seperti yang dikatakan Marissa Mayer, mantan Wakil Presiden Google:

“Jika tidak memiliki angka, itu bukan Key Results“.

Mirip dengan Balanced Scorecard, OKR memerlukan adanya Objective untuk melahirkan ukuran kinerja yang melambangkan pencapaian sasaran strategis tersebut.

Agak berbeda dengan konsep Manajemen Kinerja yang fokus pada ukuran kuantitatif, OKR menuntut adanya Objective yang akan memandu manajemen untuk membuat suatu ukuran yang disebut dengan Key Result.

OKR dapat dibagikan di seluruh organisasi dengan maksud memberikan kejelasan tujuan kepada tim dengan maksud untuk menyelaraskan dan memfokuskan upaya.

OKR bukanlah alat evaluasi kinerja karyawan, melainkan alat bantu untuk mengukur sejauh mana apa yang dilakukan sudah sesuai dengan target perusahaan. OKR membantu tim di perusahaan untuk mengevaluasi usaha pencapaian target.

OKR merupakan sistem manajemen kerja yang unik karena dengan menentukan OKR sebuah perusahaan bisa peka dan responsif terhadap perubahan. Hal ini dikarenakan target yang dibuat hanya untuk dalam jangka waktu dekat.

OKR biasa diterapkan di tingkat perusahaan, tim, dan pribadi.

Manfaat Besar Penggunaan OKR,

Antara lain :

  • Menjadikan perusahaan fokus dan komitmen terhadap prioritas utama.
  • Cara hebat untuk membuat semua karyawan tetap terlibat
  • Membantu menerjemahkan strategi ke dalam tindakan
  • Meningkatkan kurva pembelajaran organisasi
  • Menciptakan transparansi dan ikhtisar
  • Sempurna untuk menyelaraskan semua usaha
  • Membangun hal-hal yang membuat sesuatu terjadi

Berikut beberapa aturan yang harus ditaati dalam pembuatan OKR  agar efektif sbb :

  • Tetapkan setiap tahun dan setiap tiga bulan. Kuartal dan setahun adalah kerangka waktu di mana Anda benar-benar dapat mencapai sesuatu. Kerangka waktu yang sama juga digunakan untuk mengevaluasi perusahaan.
  • Jangan terlalu banyak Objective dan Key Results. 5 Objective dengan 4 Key Results masing-masing adalah maksimum per kuartal. Memiliki lebih banyak hanya akan mengalihkan perhatian Anda dari apa yang benar-benar perlu dilakukan.
  • Buat karyawan tertantang. Penelitian menunjukkan bahwa orang yang menetapkan target yang menantang mencapai lebih banyak. Mendapatkan hingga 70-80% seharusnya sudah menjadi hasil yang bagus.
  • Key Results harus memiliki angka. Angka memungkinkan evaluasi yang obyektif dan menciptakan proses pembelajaran.

OKR juga disusun untuk mudah dimengerti berbagai pihak karena OKR menjunjung tinggi transparansi. Semua tim bisa saling melihat OKR tim lainnya, termasuk OKR milik CEO. Hal unik lainnya adalah OKR menuntut sebuah perusahaan dan tim kerja di dalamnya untuk menentukan tujuan yang ambisius.

Menurut Google yang telah sejak awal menerapkan OKR, tujuan yang ambisius membuat semua pihak tertantang keluar dari zona nyaman untuk mencapai target yang tidak pernah disangka bisa dicapai.

John Doerr pernah mengatakan bahwa :

“ide itu mudah, eksekusi adalah segalanya. Dan butuh kerjasama tim yang hebat supaya sukses.”

Bagian paling penting justru bukan di pembuatan OKR-nya saja, justru di eksekusi dan monitoring pada bagian pengawasan atau pengecekan yang cermat dalam pelaksanaan rencana tindakan untuk mencapai OKR tersebut.

Disinilah ritual kegiatan monitoring yang dilakukan itu menjadi sangat penting. Disinilah proses coaching terhadap tim itu dilakukan.

Pada akhirnya, kerjasama tim yang merasa sehati dan satu tujuan-lah yang lebih penting.

  • Ada Trust atau kepercayaan antar anggota satu sama lain.
  • Ada kualitas percakapan yang sehat dan setiap orang berani mengekspresikan pemikirannya secara bebas.
  • Ada proses pemberian feedback yang membangun dan
  • Ada pula recognition (pengakuan atau penghargaan) yang tulus.

Ratusan Contoh Penggunaan OKR

Dapat Anda Lihat Di Platform GTMHub
Berikut = https://marketplace.gtmhub.com/marketplace/okrs

Semoga semakin membuat jelas apa itu OKR dan bagaimana seharusnya OKR itu diimplementasikan sebagai ritual kerja sehari-hari.

Saya yakin perusahaan-perusahaan di Indonesia pun bisa mengalami pertumbuhan puluhan kali lipat seperti yang dialami Google, asalkan kita menjiwai konsep OKR itu dengan dalam.

Video Tambahan Seputar OKR :


.

Dirangkum dari berbagai sumber.

Semoga Bermanfaat.

Digital Marketer

Sliding Sidebar